Gunakan SMS untuk Quick Count
Apa itu Quick Count ?
Quick Count atau penghitungan suara cepat adalah proses pencatatan hasil perolehan suara di ribuan TPS yang dipilih secara acak. Quick Count adalah prediksi hasil pemilu berdasarkan fakta bukan berdasarkan opini. Karena itu ia tidak sama dengan jajak pendapat terhadap pemilih yang baru saja mencoblos atau yang biasa disebut exit poll. Untuk kepentingan Quick Count ini ribuan relawan diturunkan untuk mengamati Pemilu secara langsung demi memperoleh informasi yang diperlukan. Mereka mencatat ke dalam formulir yang telah disediakan mengenai informasi proses pencoblosan dan penghitungan suara di TPS yang diamati, termasuk perolehan suara masing-masing kandidat. Setelah selesai mereka akan menyampaikan temuan-temuannya ke pusat data (data center).
Sejarah Quick Count ?
Sejarah munculnya quick count berawal dari rentetan peristiwa berupa pemberdayaan suara rakyat melalui polling. Sejarah polling dimulai dengan bentuk orator atau pidato di abad 5 SM, dimana publik menyampaikan pendapat umum berdasarkan perdebatan dalam mengajukan gagasan-gagasannya (Tabel 1). Pada tahun 1986 di Pemilu Philipina, organisasi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bernama NAMFREL melaksanakan PVT (parallel vote tabulation) yaitu pencatatan atau penabulasian secara paralel hasil penghitungan suara Pemilu. Penyelenggaraannya dilakukan secara komprehensif artinya menyeluruh dan dapat disebut sebagai penghitungan hasil Pemilu tandingan atau dihitung secara parallel dengan KPU-nya di Philipina. Masalah yang timbul adalah kesulitan penghitungan untuk daerah-daerah terpencil, dan daerah yang sulit dijangkau karena kendala alat transportasi.
Metodologi ?
Quick Count dilakukan berdasarkan pada pengamatan langsung di TPS yang telah dipilih secara acak. Unit analisa Quick Count ini adalah TPS, dengan demikian penarikan sampel tidak dapat dilakukan sebelum daftar TPS atau desa yang akan dipantau tersedia. Kekuatan data Quick Count sebenarnya bergantung pada bagaimana sampel itu ditarik. Pasalnya sampel tersebut yang akan menentukan mana suara pemilih yang akan dipakai sebagai basis estimasi hasil pemilu. Sampel yang ditarik secara benar akan memberikan landasan kuat untuk mewakili karakteristik populasi.
Sumber :
www.beritaiptek.com
www.lp3es.or.id
Yang dibutuhkan untuk Implementasi :
- Relawan yang independen yang disebar disetiap TPS. Tentunya dibekali HP untuk SMS.
- Server yang dilengkapi beberapa Modem SMS Gateway atau yang bisa mendukung banyak Kartu GSM.
Kenapa harus banyak ? Jikalau ada provider yang down maka provider yang lain dapat
membackupnya.
- SOP yang jelas tentang tata cara pengiriman data melalui SMS.
Contoh :
KETIK : (Kode Wilayah)SPASI(Kode TPS)SPASI(Kode Calon 1)SPASI(Jumlah)SPASI
(Kode Calon 2)SPASI(Jumlah)SPASI(Kode Calon xx)SPASI(Jumlah)
KIRIM Ke : 08180XX untuk Satelindo,08181XX untuk XL,08182XX untuk Telkomsel
KONFIRMASI : "Terima kasih data telah diterima"
Sebagai penanda data telah berhasil masuk server.
- Disisi BackEnd Server harus dibuat Database untuk menyimpan data dan loader yang
berfungsi untuk capture SMS yang datang.
- Dibuat interface untuk menunjukkan data statistik baik itu data aktual maupun
garafik.


0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home